Minggu, 01 Januari 2017

entahlah

Dalam setiap kehidupan aku percaya, sejak dalam kandungan yakni saat ruh ditiupkan olehNya telah ada suratan rezeki, jodoh, kematian diri kita. Bagaimana proses kita lahir, bagaimana bentuk fisik ini, sifat dan karakter, dan siapa yang menjadi pasangan kita, bahkan bagaimana kita menghadapNya nanti. Namun jujur ada disuatu situasi membuat diri ini dengan pongahnya menghujat bahan menyalahkanNya disaat situasi itu membuat diri ini menjadi rapuh, tak bisa berbuat apa-apa. Selanjutnya yang terjadi ialah terkadang melalaikan kewajiban sebagai hambanya, dengan sombong mengatakan “ tanpa menjalankan kewajiban itu, hidupku baik-baik saja”. Tetapi diri ini lupa bahwa tanpa menjalankan kewajiban berarti bahwa akan adanya kekosongan di hati, ada rasa hampa, hambar di hati ini. Setelah merenung, baru sadar,, bahwa diiri ini penuh dengan dosa akan kepongahan dan kesombongan atas hidup yang diberikan olehNya. Ampuni hambamu y ALLAH..
namun terkadang y Tuhan..
diri ini masih iri dengan apa yang orang lain dapatkan dalam hidup…
memiliki pekerjaan yang mereka inginkan,, memiliki barang yang juga ingin ku miliki..
memiliki pasangan yang tak kumiliki.. mereka bukan hanya pacaran tapi juga akan megikatkan diri mereka dengan janji suci pernikahan..
aku?
Pasanganku masih berkelana.. mungkin terlalu sulit menemukanku di sini..
Atau mungkin seperti mereka ucapkan..
Dia memantaskan diri terlebih dahulu sebelum bertemu denganku..
Namun.. maafkan aku tuhan..
Tapi kapan? Bukan berarti diri ini tidak percaya akan  semua takdir yang Engkau telah tuliskan. Namun apakah salah rasa iri ini? Jika ia.. tolong hapus dari hati ini…

Ampuni hampaMu ini y ALLAH..

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © EnnLaw | Floating Leaves template designed by ennyLaw | eLaw's Design