Dalam setiap kehidupan aku percaya, sejak dalam
kandungan yakni saat ruh ditiupkan olehNya telah ada suratan rezeki, jodoh,
kematian diri kita. Bagaimana proses kita lahir, bagaimana bentuk fisik ini,
sifat dan karakter, dan siapa yang menjadi pasangan kita, bahkan bagaimana kita
menghadapNya nanti. Namun jujur ada disuatu situasi membuat diri ini dengan
pongahnya menghujat bahan menyalahkanNya disaat situasi itu membuat diri ini
menjadi rapuh, tak bisa berbuat apa-apa. Selanjutnya yang terjadi ialah
terkadang melalaikan kewajiban sebagai hambanya, dengan sombong mengatakan “
tanpa menjalankan kewajiban itu, hidupku baik-baik saja”. Tetapi diri ini lupa
bahwa tanpa menjalankan kewajiban berarti bahwa akan adanya kekosongan di hati,
ada rasa hampa, hambar di hati ini. Setelah merenung, baru sadar,, bahwa diiri
ini penuh dengan dosa akan kepongahan dan kesombongan atas hidup yang diberikan
olehNya. Ampuni hambamu y ALLAH..
namun terkadang y Tuhan..
diri ini masih iri dengan apa yang orang lain
dapatkan dalam hidup…
memiliki pekerjaan yang mereka inginkan,,
memiliki barang yang juga ingin ku miliki..
memiliki pasangan yang tak kumiliki.. mereka
bukan hanya pacaran tapi juga akan megikatkan diri mereka dengan janji suci
pernikahan..
aku?
Pasanganku masih berkelana.. mungkin terlalu
sulit menemukanku di sini..
Atau mungkin seperti mereka ucapkan..
Dia memantaskan diri terlebih dahulu sebelum
bertemu denganku..
Namun.. maafkan aku tuhan..
Tapi kapan? Bukan berarti diri ini tidak
percaya akan semua takdir yang Engkau telah
tuliskan. Namun apakah salah rasa iri ini? Jika ia.. tolong hapus dari hati ini…
Ampuni hampaMu ini y ALLAH..
0 komentar:
Posting Komentar