Senin, 28 Maret 2016

Wanita

Satu hal yang paling menyakitkan bagi seorang wanita.. yaitu berkhianatnya seorang pria yang ia percayai.. berkhianat bukan hanya sang pria menduakan dirinya dengan wanita lain.. tapi juga berkhianat pada janji dan komitmen yang telah diucapkan.. 
Semua itu mengakibatkan luka.. luka yang sangat dalam hingga membuat traumatis.. trauma menjalin hubungan dengan pria lain.. meminta maaf dan memaafkan 
mungkin gampang diucapkan.. seperti 
"Aku minta maaf" atau "maafkan aku" dan "ya aku memafkanmu" atau "maafmu ku terima"
tapi.. butuh waktu dan usaha yang keras untuk menyembuhkan luka itu. Luka yang pasti akan berbekas walaupun cuma sedikit. 
Kami para wanita mungkin gampang terbujuk rayuan gombal kalian para lelaki.. tapi kami juga memiliki perasaaan yang halus dan mudah terluka. Bukan berarti wanita itu lemah.. itu bukti bahwa kami makhluk spesial ciptaanNya. Namun bukan berarti pula kalian para pria bisa berkhianat dengan gampang.. ingat luka meninggalkan bekas.. 
Sakit akan luka yang kalian torehkan terkadang membuat sebagian kecil dari kami para wanita berpikiran buntu hingga nekad bunuh diri bahkan membunuh si pria. 
Jadi bagi kalian para pria, be careful with us.. if u dont want me, go away.. never tying to give a hope..

Sebuah pemikiran

Dimalam yang sunyi otakku terus berputar.. berputar memikirkan banyak hal yang terkadang tak ku mengerti ujungnya dimana.. lelah dan muak akan semua pemikiran itu.. muak dan kesal.. semua pemikan itu berupa pertanyaan dan penyataan. Yg terkadang terlalu takut diucapkan. Semua pemikiran itu berpangkal pada diri ini..
Terkadang diri ini terlalu angkuh dan pongah akan apa yang ia terima dan punyai.. namun sering kali merasa kecewa, kesal, sedih disaat harapan yang telah dipupuk sirna..
Sebagian orang bijak berkata "bagi penderitaanmu pada orang terdekat, hingga kau akan merasa lapang" namun bagi diri ini terlalu penakut untuk menceritakannya.. entah trauma atau terlalu malu aib diketahui orang lain. Namun setelah berperang dengan otak dan hati, akhirnya diri ini mengambik keputusan ia akan menyimpan semuanya sendiri. Tangis, kecewa, sakit hati, kesal, marah ditelan sendiri.. biarlah hanya tawa yang dibagi dengan orang lain.. selebihnya diri ini akan menyimpan sendiri..
Setiap keputusan ada resikonya.. resikonya ialah sering kali orang lain hanya memandang di luar saja, salah menilai sering terjadi. Namun diri ini hanya bisa menerima dalam kebisuan.. resiko yang kedua disaat terpuruk tidak ada tempat bersandar hanya dinding kamar menjadi sandaran, pelukan guling dan kehangatan selimutlah yang menjadi teman terbaik bagi diri ini..
Entahlah.. sampai kapan diri ini terus seperti ini...
Copyright © EnnLaw | Floating Leaves template designed by ennyLaw | eLaw's Design